Ketika masuk ke dalam ruangan himpunan, saya
melihat sebuah pamflet lomba debat akuntansi yang diadakan oleh Politeknik
Ujung Pandang. Awalnya, saya tidak mau ikut karena materi debat akuntansi sama
sekali sangat asing bagi saya. Akuntansi Forensik yang adalah tema debat belum
pernah saya pelajari sehingga ada ketakutan bahwa saya tidak menguasai materi
ketika akan berlomba. Namun, entah bagaimana keesokan harinya saya memberanikan
diri mengambil formulir debat tersebut dan mulai membuat tulisan sebagai seleksi
awal lomba untuk masuk ke dalam babak semifinal.
Kembali berpikir
ketika hendak menentukan siapa yang harus menjadi pasangan saya dalam lomba
debat kali ini. Dan akhirnya setelah berpikir matang-matang, akhirnya saya
mengajak Sitti R. Syafitri dalam lomba kali ini dan saya sangat senang karena
Sitti langsung menerima tawaran tersebut.
Bergelut dengan
tulisan awal sangat sulit karena materi akuntansi forensik belum pernah
didapatkan sebelumnya sehingga hanya mengandalkan informasi dari internet. Dan
puji Tuhan, tulisannya bisa selesai dengan judul ‘Memutus Mata Rantai Fraud
Triangle melalui Akuntansi Forensik’. Setelah fix, saya membawa tulisan
tersebut ke Himpunan Mahasiswa Akuntansi Politeknik Negeri Ujung Pandang untuk
diseleksi.