Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

6 Pertanyaan Tuhan Kepada Manusia

Ketika sedang mencari bahan di internet untuk menyelesaikan tugas, tiba-tiba hape saya bergetar. Saya kemudian mengambilnya dan ternyata terdapat BBM yang masuk dari seorang teman sekolah di SMP dulu.

Saya membaca dengan saksama dan menyadari bahwa ini benar-benar realita dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan sejenak saya renungkan dan memutuskan untuk menulisnya di blog saya ini.

BBM, received Thursday 24 May 2012, 22:30

Tuhan mengajukan enam pertanyaan kepada umat-Nya.

      Tuhan: "Apakah yang PALING TAJAM di dunia ini?"
      Manusia: "Pedang!"
      Tuhan: "Salah! Yang paling tajam ialah lidah manusia karena melalui lidah,    manusia dengan mudahnya memfitnah orang lain, menyakiti hati dan melukai perasaan orang lain melalui kata-katanya."

Bapa di Surga Seperti Pemulung

Kebaktian mingguan (12/4) Persekutuan Mahasiswa Kristen Oikumene (PMKO) Fakultas Ekonomi UNHAS kali ini diadakan di rumah K' Imelda Priska (alias Memey alias Aci') di BTP Blok C/157).

Kebaktian yang seyogianya dimulai pada pukul 18.00 ternyata molor sampai pukul 18.30 berhubung pelayan firman memiliki kendala untuk hadir pada pukul 18.00. Dalam kebaktian kali ini, tampil sebagai lirutgis adalah K' Indri (alias Syahrini), gitaris adalah K' Fani dan pelayanan Firman adalah alumni FE-UH yakni K' Retsmen.

Menjadi pokok utama dalam kebaktian kali ini adalah kebangkitan Kristus yang telah dirayakan beberapa waktu yang lalu. Perikop yang terambil dari Injil Lukas 24:13-35 memberikan gambaran mengenai penampakan Kristus. Pada awalnya para murid tidak percaya bahwa Dia yang mendatangi mereka adalah Yesus yang telah bangkit. Seringkali juga dalam kehidupan ini, kita pun tidak sadar bahwa banyak hal terjadi karena Yesus yang menjadikannya.

Menutup sharing firman yang dibawakannya, K' Retsmen menceritakan sebuah kisah. " Daam suatu waktu di sebuah Gereja, seorang Ibu Guru sekolah Minggu memberi tugas kepada anak-anak sekolah Minggu untuk mencari tahu seperti apa sosok Bapa di Surga dengan melihat contoh pada diri ayah mereka masing-masing.. Seminggu sesudahnya, Ibu Guru akhirnya menanya satu persatu anak-anak sekolah minggu tersebut. Ada yang mengatakan bahwa Bapa itu orang yang selalu mengajarkan yang baik karena ayah dari anak tersebut adalah seorang guru. ada juga anak yang mengatakan bahwa Bapa itu penyembuh kesakitan karena anak tersebut melihat sosok ayahnya yang berprofesi sebagai dokter. Satu per satu anak dalam Gereja tersebut ditanya dan tibalah saatnya seorang anak yang duduk paling belakang untuk ditanyai. Semenjak Ibu Guru mulai bertanya, anak ini selalu menunduk. Ketika gilirannya ditanya, ia kemudian mengatakan bahwa Bapa disurga itu seperti pemulung karena Ia memulung barang-barang kotor. Semua anak dalam Gereja itu tertawa dan berpikir bahwa tidak mungkin serendah itu Bapa adanya. Anak itu kemudian ditanya oleh Ibu Guru mengapa ia mengatakan Bapa itu seperti pemulung. Ia pun mengatakan; "Bapak saya di rumah pekerjaannya menjadi pemulung. Ia memulung barang-barang kotor dan membersihkannya sehingga menjadi bersih. Seperti itulah Bapa di Surga. Ia memulung dan memungut kita satu per satu karena kita ini begitu kotor karena penuh dosa."
Semua anak-anak dalam Gereja itu terdiam dan menyadari bahwa ternyata benarlah demikian adanya."


Ya, Bapa itu seperti pemulung. Ia memungut kita dan menjadikan kita layak di hadapan-Nya. Dia menjadikan kita layak melalui penyerahan diri-Nya di Kayu Salib, sebuah kematian yang begitu hina. Tetapi Yesus menerima itu semua dan menjadikan kita bersih. Kebangkita Kristus akhirnya menjadi jaminan atas semua itu. Bahwa tanpa kebangkitan Kristus maka iman kita akan sia-sia. Tetapi karena kebangkitan-Nya kita memiliki harapan.**


KASIH PALSU

photo from google

kasih pasti lemah lembut
kasih pasti murah hati
kasih, kasih-MU ya Tuhan
Kudus tiada batasnya

Dalamnya lautan bisa diduga tetapi dalamnya hati siapa tahu. Peribahasa ini sering kali terbukti ketika kebohongan secara tidak terduga muncul di balik tindakan kasih.

photo from google
Sebagai anak-anak Allah, kita wajib menyelidiki hati kita terlebih dahulu ketika akan melakukan tindakan kasih. Ketika kita memberi dan berbagi kepada sesama manusia dengan tujuan untuk mendapatkan popularitas diri, di situlah kita melakukan kebohongan sejati. Hanya Allah dan diri kita saja yang dapat mengetahui apa yang sesungguhnya ada di dalam hati kita. Motivasi yang tulus dan murni dalam pelayanan kita kepada Allah dan sesama adalah sebuah wujud kasih yang sejati. Hendaklah tindakan-tindakan kasih kita didasari dengan hati yang kudus dan berkenan kepada Allah. Itu;lah ibadah kita yang sejati.

Selamat merayakan Paskah! Kebangkitan Kristus adalah kemenangan kita. Mari kita wartakan. Alleluia..Alleluia..

BERANI TAMPIL BEDA

photo from google
    
Mengapa harus berbeda dari yang lain?
Mengapa harus tampil beda?
"Sebab itu jauhilah hawa nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni." (2 Tim 2:22)





    Rabu (28/3), sekitar pukul 16.15 Wita, sejumlah mahasiswa Kristen Fakultas Ekonomi berkumpul di pelataran Baruga Unhas. Seperti biasanya, mereka berkumpul untuk mengadakan Jam Doa (JaDo) PMKO FE-UH. Meskipun hanya segilintir saja yang hadir dalam persekutuan ini namun tak menyurutkan semangat untuk melaksanakan ibadah.

     Berani tampil beda menjadi tema yang diangkat dalam ibadah Jam Doa kali ini. Hal ini menjadi penting karena adanya kecenderungan untuk selalu mengikuti orang lain mengikuti tren yang sedang berkembang. Banyak hal yang bisa dianggap tren bagi mahasiswa mulai dari cara berpakaian, cara berbicara, cara berdandan dan sebagainya. Sebagai anak muda yang mengenal Tuhan, tentunya harus dengan cermat mengikuti tren yang ada agar tetap berjalan pada jalan yang benar.
    Dalam sharing firman yang dibawakan K' Ornis, ditekankan bahwa anak Tuhan tidak perlu mengikuti tren yang ada untuk tampil beda di lingkungan di mana dia berada. "Tampil beda bukan dinilai dari materi atau apa yang kita miliki melainkan dari keseluruhan aspek kehidupan itu sendiri." Sebagai anak Tuhan yang harus menjadi terang di mana pun ia berada, hal-hal yang harus dilakukan adalah:
  1. Hidup sesuai dengan firman Tuhan (Mzm 119:9)
       Hanya dengan firman Tuhanlah jalan lurus milik Tuhan dapat ditempuh dengan baik oleh orang muda dan kegelapan akan diubah menjadi terang.
  2. Menjauhi Hawa Nafsu (2 Tim 2:22)
       Hawa nafsu akan terus menyerang anak muda yang selalu berujung kebinasaan dan hal ini sangat tidak sesuai dengan firman Tuhan.
  3. Menjadi Teladan (1 Tim 4:12)
       Dalam kondisi apapun harus bisa menunjukkan teladan dengan meneladani Guru Sejati yakni Yesus Kristus.

    Oleh karena itu, orang muda Kristen harus tampil beda dengan cara yang telah ditunjukkan oleh Tuhan sendiri.
    "Berdoalah di tengah-tengah orang yang tidak mengenal kuasa doa," ungkap K' Ornis menutup sharing firman yang dibawakannya.